My Soul Is Here

KEBUDAYAAN SUNGAI BANJARMASIN YANG TERPINGGIRKAN

Posted on: 28 Februari 2009

Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang membentuk suatu kebiasaan baru yang ada dalam kehidupan, semua kebudayaan adalah baik, tergantung dimana budaya itu berasal, sebab setiap kebudayaan tidak sama sehingga diperlukan suatu pemahaman yang lebih untuk memahami budaya tersebut.

Seperti kita ketahui, Banjarmasin terkenal akan julukan kota seribu sungai, maka dengan begitu tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa Banjarmasin mempunyai kebudayaan sungai, kebudayaan sungai yang terdapat di Banjarmasin tempo dulu adalah dimana aktifitas sehari-hari dilakukan lebih banyak di sungai, dimana lewat sungai mereka berinteraksi dengan orang lain seperti untuk berdagang, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, atau mengambil air pun untuk dimasak berasal dari sungai.

Hal yang melatar belakangi kebudayaan tersebut adalah banyaknya sungai yang terdapat di Banjarmasin, sehingga kebiasaan yang dilakukan oleh mereka menjadikan satu kebiasaan baru yang kemudian disebut kebudayaan sungai, maka tidak salah bahwa Banjarmasin merupakan pusat kebudayaan sungai karena semua anak sungai berpusat di Banjarmasin, namun sekarang banyak yang menyalah artikan arti dari kebudayaan sungai, ada yang meremehkan kebudayaan sungai, ada yang menilai jorok, bahkan menilai kebudayaan paling primitif katanya.

Hal tersebut memang didasari oleh beberapa fakta yang terjadi, mereka menyebut kebuyaan sungai adalah kebudayaan yang jorok dikarenakan aktifitas mandi, mencuci, kakus, dan mengambil air untuk dimasak berasal dari satu sumber, yaitu sungai yang terdapat disekitar tempat tinggalnya, hal itu juga didukung oleh data dari Belanda yang pada saat pertama kali datang ke Banjarmasin menyebut bahwa orang-orang Banjamasin adalah orang yang jorok, karena saat orang Belanda datang ke Banjarmasin mereka menaiki kapal yang melintasi sungai dimana masyarakat dipinggri sungai tadi melakukan aktifitasnya.

Orang Belanda memang belum pernah melihat hal tersebut, sehingga wajar mereka mengatakan seperti tadi mengingat kultur dan kebudayaannya berbeda, namun sangat janggal apabila orang Banjarmasin sendiri menagatakan hal tersebut adalah jorok, sebab mereka sendiri pasri pernah melakukan hal tersebut, maka sangat disayangkan perkataan tersebut, kebudayaan sungai bukanlah kebudayaan primitif, hanya saja zaman sekarang sudah banyak menggunakan air ledeng, sehingga sanagat jarang ditemukan orang yang melakukan aktifitasnya di sungai.

Apabila hal ini ditelisik lebih dalam maka akan menjadi perbincangan menarik, kebudayaan sungai adalah kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan kebudayaan lainnya, mangapa saya katakan demikian, sebab fakta sejarah banyak sekali yang menyebutkan bahwa kebudayaan ini sangat mudah untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga kebudayaan ini tidak pernah ketinggalan perkembangan zaman.

Mudah-mudahan penyalartian dari arti kebudayaan sungai dapat diminimalisir, sebab fakta yang mendukung hal tersebut masih sangat minim dan tidak berdasar kepada kebudayaan sendiri, tetapi berdasar pada kebudayaan dan kultur yang tidak sama, sehingga menimbulkan penyalah artian tentang kebudayaan sungai tersebut.

1 Response to "KEBUDAYAAN SUNGAI BANJARMASIN YANG TERPINGGIRKAN"

mantap bro..
cintai kebudayaan qt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: