My Soul Is Here

Bangkit Dalam Penjajahan Bangsa Sendiri

Posted on: 12 Januari 2009

Hari kebangkitan nasional diperingati setiap setahun sekali, dan pada tahun 2008 ini menjadi tahun yang ke seratus kebangkitan nasional, dimana pada tahun 1908 silam perkumpulan Budi Utomo menandai munculnya kebangkitan para pemuda yang membawa suatu perubahan kepada keadaan Indonesia pada masa yang akan datang.

Namun setelah seratus tahun berjalan Indonesia masih saja terpuruk dalam penjajahan modern, bahkan lebih parah lagi Indonesia dijajah oleh bangsa sendiri, untuk bangkit saja susah apalagi untuk maju, mengapa baru pada tahun yang ke seratus kita baru mencangkan program ini itu, menampilkan iklan yang bertemakan kebangkitan nasional di televisi? Padahal jika dari dulu kita bangkit maka keadaan bangsa kita tidak akan seperti sekarang. Apakah peristiwa pada tahun 1908 itu patut disebut sebagai “Peristiwa Kebangkitan Nasional” melihat keadaan kita masih saja terjajah.

Sekarang ini malah muncul dilema dalam kehidupan bangsa dan negara kita, dimana orang-orang yang dipilih untuk membangkitkan negara kita malah hanya membangkitkan dirinya sendiri, padalah dalam kampanyenya mereka selalu mengatasnamakan kepentingan rakyat, tetapi setelah berhasil mendapatkan kedudukan dalam pemerintahan mereka lupa akan janji-janji mereka yang dulu mereka agungkan yang dapat membuat hati rakyat luluh mendengarnya, apakah ini arti sebenarnya dari kebangkitan nasional? Bangkit itu susah, susah untuk mengembalikan citra kita ke jalan yang benar karena sudah terbiasa pada kemudahan dan kenikmatan, sehingga saat kita diberi cobaan kita tidak mampu untuk bersabar menghadapinya.

Dapat kita saksikan bahwa bangkit melawam penjajahan bangsa sendiri lebih sulit daripada kita bangkit melawan Belanda pada zaman Kolonial, pada waktu itu dengan semangat 45 dan bersenjatakan bambu runcing dan senjata yang masih sederhana kita mampu mengusir mereka, namun saat sekarang dimana peralatan sudah canggih kita masih saja tidak mampu untuk keluar dari penjajahan bangsa sendiri, saying seribu saying kita tidak mampu memanfaatkan ilmu dan teknologi yang ada untuk digunakan demi kepentingan kita sendiri. Kita seakan kembali pada zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara dimana kita “menyembah” orang yang lebih kaya yang mempunya kedudukan untuk dapat hidup, dengan kata lain kita haruns “menjilat bokong” mereka untuk mendapat apa yang kita inginkan, apakah ini yang disebut bangkit? Apakah ini arti dari seratus tahun kebangkitan nasional? Apakah perjuangan Budi Utomu, Sarekat Islam, dan lainnya hanya sampai disini? Apakah kita tidak pernah melihat sejarah pada masa awal kebangkitan nasional yang hanya menggunakan ilmunya yang diperolehnya dari sekolah mampu untuk bangkit?

Maka kita akan tahu bahwa selama kita bersekolah kita hanya mengejar ilmu, tanpa dapat menyerap ilmu tersebut untuk dituangkan demi sebuah kebangkitan besar-besaran untuk bangsa dan negara tercinta kita. Apa kata dunia melihat bahwa pada zaman semodern ini masih saja ada negara yang terjajah, dan dapat dipastikan mata mereka akan terbelalak saat mengetahui bahwa yang menjajahnya tidak lain adalah anak negeri mereka sendiri, sehingga kebangkitan nasional hanya sebagai sebuah peringatan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang perjuangannya tidak pernah diteruskan samapai masa sekarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: